TAPIS LAMPUNG

explore your lampung

SEJARAH BERDIRINYA KEPAKSIAN SEKALA BRAK

Posted by seandanan pada 5 Januari 2010

Diriwayatkan didalam Tambo empat orang Putera Raja Pagaruyung Umpu Ngegalang Paksi tiba di Sekala Brak untuk menyebarkan agama Islam. Fase ini merupakan bagian terpenting dari eksistensi masyarakat Lampung. Dengan kedatangan Keempat Umpu ini maka merupakan kemunduran dari Kerajaan Sekala Brak Kuno atau Buay Tumi yang merupakan penganut Hindu Bairawa/Animisme dan sekaligus merupakan tonggak berdirinya Kepaksian Sekala Brak atau Paksi Pak Sekala Brak yang berasaskan Islam.

Keempat Putera Umpu Ngegalang Paksi yang merupakan pendiri dan penguasa masing masing adalah: 1. Umpu Bejalan Di Way 2. Umpu Belunguh. 3. Umpu Nyerupa. 4. Umpu Pernong. Umpu berasal dari kata Ampu seperti yang tertulis pada batu tulis di Pagaruyung yang bertarikh 1358 A.D. Ampu Tuan adalah sebutan Bagi anak Raja Raja Pagaruyung Minangkabau. Setibanya di Sekala Brak keempat Umpu bertemu dengan seorang Muli yang ikut menyertai para Umpu dia adalah Si Bulan. Di Sekala Brak keempat Umpu tersebut mendirikan suatu perserikatan yang dinamai Paksi Pak yang berarti Empat Serangkai atau Empat Sepakat.

Setelah perserikatan ini cukup kuat maka suku bangsa Tumi dapat ditaklukkan dan sejak itu berkembanglah agama Islam di Sekala Brak. Pemimpin Buay Tumi dari Kerajaan Sekala Brak saat itu adalah seorang wanita yang bernama Ratu Sekerumong yang pada akhirnya dapat ditaklukkan oleh Perserikatan Paksi Pak. Sedangkan penduduk yang belum memeluk agama Islam melarikan diri ke Pesisir Krui dan terus menyeberang ke pulau Jawa dan sebagian lagi ke daerah Palembang. Raja terakhir dari Buay Tumi Sekala Brak adalah Kekuk Suik dengan wilayah kekuasaannya yang terakhir di Pesisir Selatan Krui -Tanjung Cina.

Dataran Sekala Brak akhirnya dikuasai oleh keempat Umpu yang disertai Si Bulan, Maka Sekala Brak kemudian diperintah oleh keempat Umpu dengan menggunakan nama PAKSI PAK SEKALA BRAK. Inilah cikal bakal Kepaksian Sekala Brak yang merupakan puyang bangsa Lampung. Kepaksian Sekala Brak mereka bagi menjadi empat Marga atau Kebuayan yaitu:
1. Umpu Bejalan Di Way memerintah daerah Kembahang dan Balik Bukit dengan Ibu Negeri Puncak, daerah ini disebut
dengan Paksi Buay Bejalan Di Way.
2. Umpu Belunguh memerintah daerah Belalau dengan Ibu Negerinya Kenali, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Belunguh. 3. Umpu Nyerupa memerintah daerah Sukau dengan Ibu Negeri Tapak Siring, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Nyerupa. 4. Umpu Pernong memerintah daerah Batu Brak dengan Ibu Negeri Hanibung, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Pernong. Suku bangsa Tumi yang lari kedaerah Pesisir Krui menempati marga marga Punggawa Lima yaitu Marga Pidada, Marga Bandar, Marga Laai dan Marga Way Sindi namun kemudian dapat ditaklukkan oleh Lemia Ralang Pantang yang datang dari daerah Danau Ranau dengan bantuan lima orang punggawa dari Paksi Pak Sekala Brak. Dari kelima orang punggawa inilah nama daerah ini disebut dengan Punggawa Lima karena kelima punggawa ini hidup menetap pada daerah yang telah ditaklukkannya. Agar syiar agama Islam tidak mendapatkan hambatan maka pohon Belasa Kepampang itu akhirnya ditebang untuk kemudian dibuat PEPADUN. Pepadun adalah singgasana yang hanya dapat digunakan atau diduduki pada saat penobatan SAIBATIN Raja Raja dari Paksi Pak Sekala Brak serta keturunan keturunannya. Dengan ditebangnya pohon Belasa Kepampang ini merupakan pertanda jatuhnya kekuasaan suku bangsa Tumi sekaligus hilangnya faham animisme di kerajaan Sekala Brak. Sekitar awal abad ke 9 Masehi para Saibatin di Sekala Brak menciptakan aksara dan angka tersendiri sebagai Aksara Lampung yang dikenal dengan Had Lampung. Ada dua makna didalam mengartikan kata Pepadun yaitu: 1. Dimaknakan sebagai PAPADUN yang maksudnya untuk memadukan pengesahan atau pengakuan untuk mentahbiskan bahwa yang duduk diatasnya adalah Raja. 2. Dimaknakan sebagai PAADUAN yang berarti tempat mengadukan suatu hal ihwal. Maka jelaslah bahwa mereka yang duduk diatasnya adalah tempat orang mengadukan suatu hal atau yang berhak memberikan keputusan. Ini jelas bahwa fungsi Pepadun hanya diperuntukkan bagi Raja Raja yang memerintah di Sekala Brak. Atas mufakat dari keempat Paksi maka Pepadun tersebut dipercayakan kepada seseorang yang bernama Benyata untuk menyimpan, serta ditunjuk sebagai bendahara Pekon Luas, Paksi Buay Belunguh dan kepadanya diberikan gelar Raja secara turun temurun.

Manakala salah seorang dari keempat Umpu dan keturunannya memerlukan Pepadun tersebut untuk menobatkan salah satu keturunannya maka Pepadun itu dapat diambil atau dipinjam yang setelah digunakan harus dikembalikan. Adanya bendahara yang dipercayakan kepada Benyata semata mata untuk menghindari perebutan atau perselisihan diantara keturunan keturunan Paksi Pak Sekala Brak dikemudian hari. Pada Tahun 1939 terjadi perselisihan diantara keturunan Benyata memperebutkan keturunan yang tertua atau yang berhak menyimpan Pepadun. Maka atas keputusan kerapatan adat dengan persetujuan Paksi Pak Sekala Brak dan Keresidenan, Pepadun tersebut disimpan dirumah keturunan yang lurus dari Umpu Belunguh hingga sekarang.

9 Tanggapan to “SEJARAH BERDIRINYA KEPAKSIAN SEKALA BRAK”

  1. irawan said

    dg adani ngebaca situs inji…..
    dcok nambah wawasan neram tentang, sejarah berdirini krui…
    suxes buat krui………….

  2. Indra said

    Jelma kham lampung ganta nayah kak luah anjak tanah umpune.jadi ganta kham kak lebon tanah warisan anjak hulun tuha.karna kham mak menyadari kham kak disingkerkon ulah hulun bakhik.secara sistematis dalam kehidupan jelma kham.selama orde baru kebijakan pemerintah mak berpihak jama kham dan kham mak sadar kondisi yg diciptakan selalu membuat kham sulit. Akhirni kham menjual tanoh kham pada jelma pendatang

  3. Semacca Andanant said

    Sikam sependapat jama tiyan say datasno bahwa temon dimasa orba kham hulun lampung tersingkirkan jak kebijakan politik, ekonomi, budaya sampay kebijakan pembangunan. Cuba liyak injuk daerah semaka, way lima, liwa, khik say bakhihna kitibandingko jama daerah pringsewu, metro temon jawoh bubida. Dipa tanno watni pemekaran daerah lamon daerah say jak jaman tumbay jebi khadu wat gelakhni mak tijadiko ikon gelakh kecamatan/kota/kabupaten kantu makay gelakh ampay ataw gelakh jak luwah say mak dok umbaw lampung… Kantu mudah2an kham tanno sadar…!

  4. Qodratul ikhwan By said

    Menurut keterangan beberapa nara sumber dan berkembang di masyarakat. Paksi Pak atau 4 kepaksian bermukim di Kenegerian Balik Bukit, yang terdiri dari : 1) Paksi Buay Belunguh. 2) Paksi Buay Bejalan di Way. 3) Paksi Buay Nyerupa, dan 4) Paksi Bay Kenyangan. Itulah 4 Kepaksian yang sudah lama dikenal dan mengakar di masyarakat. Sejarah hendaknya diluruskan tanpa memuat kepentingan, atau memang kita ingin dicatat sejarah sebagai perusak sejarah itu sendiri..

  5. yudi sa kekhang said

    assalamualaikum wr wb
    Tulung jama sapa juga sai pandai ngeniko susunan sapa sapa sai Batin baik di Buay nyekhupa,Buay Belunguh,Buay Bejelan di way dan Buay Pernong terdahulu hingga sai Batinnya sekarang……ulihna lamon sai makung pandai. Trima kasih..kekelai kham dapok ngelestakhiko ada lampung.

  6. U'dhy lam said

    zudilam@yahoo.co.id

  7. U'dhy lam said

    ram adu liakkan, tuyuk turing ram tumbai gwh adu mupakat. masa ram sbagai penerusni mak dacok. ija rham minak muri jak unggak atau jak dohni, ram jejama majuko krui. buatlah pengunjung enjoy dan nyaman berwisata di krui. toh itu juga menguntungkan bwt kita, kita tunjukin keterbukaan, keramahan, kebersamaan dan keindahan krui di mata wisatawan. maju trus kruiku….

    • setuju sekali ,saya sebagai warga pendatang sudah merasakan rasa persahabatan dan penerimanan dari warga lampung dusana tidak seperti daerah lampung lainnya yg relatif sangar dan kurang aman ,majukan krui liwa dan sekitarnya yg banyak dikenal sebagai suku lampung yg berbudi dan baik juga sopan

  8. belis do said

    sependapat jama indra diatas . kham mulai disingkirkon jama pendatang , saya mnh mak setuju jama gelakh daerah di lampung sai jauh jak identitas lampung contoh pringsewu,metro dll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: