Posted by seandanan pada 4 Juni 2012

Kain tapis merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, munculnya kain Tapis ini ditempuh melalui tahap-tahap waktu yang mengarah kepada kesempurnaan teknik tenunnya, maupun cara-cara memberikan ragam hias yang sesuai dengan perkembangan kebudayaan masyarakat
“Tapis” cloth is one of the traditional crafts of Lampung in aligning his life both to the environment and the Creator of the Universe. Therefore, the creation of Tapis cloth is taken through the stages of time that leads to perfection of tenun techniques, as well as providing ways of decoration in accordance with the development of community culture
.
Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by seandanan pada 2 Juni 2012
PEMBELAJARAN BERBASIS ICT

Pembelajaran berbasis ICT adalah pembelajaran yang mendominasikan pemanfaatan komputer dan multimedia sebagai sarana penyamapain materi pelajaran. Pendidikan berbasis ICT (Information Communication Technology) telah berkembang sangat pesat di berbagai level pendidikan mulai dari Pra sekolah, SD, SMP, SMA telah memperkenalkan IT sejak dini.
Untuk mewujudkan sekolah dengan berbasis ICT tentunya diperlukan sarana prasarana yang menunjang. Tanpa sarana dan prasarana yang baik maka pembelajaran tidak akan sulit berjalan dengan sempurna. Sarana prasarana sekolah berbasis ICT adalah seperti Lab bahasa yang lengkap, komputer, LCD, dan koneksi internet. Untuk menunjang masuknya TI di sekolah, pemerintah secara bertahap membantu sekolah-sekolah dengan memberikan perangkat hardware komputer sebagai alat peraktek dan ditunjang dengan diberikannya BOM (Bantuan Operasional Manajemen) yang salah satunya harus dibelanjakan untuk membeli software komputer untuk menunjang pembelajaran TI dan penguasaan materi pelajaran umum dengan bantuan TI.
Dengan demikian jelas bahwa kebutuhan bahan pembelajaran berbasis ICT sebagai alat untuk membantu siswa menguasai TI dan materi pelajaran umum lainnya dengan lebih cepat, menyenangkan dan meningkatkan hasil belajar, menjadi kebutuhan yang mendesak untuk tercapainya kualitas pembelajaran yang diharapkan.
Selain sebagai sarana untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, pembelajaran berbasis ICT juga dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, membiasakan guru untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman yang semakin pesat saat ini. Sudah saatnya guru sedikit demi sedikit membiasakan diri mengajar menggunakan media berbasis ICT, tidak hanya mengandalkan buku yang sudah berbagai generasi redaksinya hanya itu-itu saja sehingga sudah sangat hapal diluar kepala.
Apakah sekolah anda sudah menggunakan pembelajaran berbasis ICT? jika sudah, maka yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana membiasakan guru berkreasi tidak hanya sebagai pemakai jasa Media berbasis ICT tetapi juga sebagai creator yang membuat dan mengembangkan media-media tersebut sesuai dengan keadaan sekolah masing-masing. Namun jika belum, maka ini menjadi tugas penting kita semua untuk memikirkan bagaimana caranya agar sekolah kita bisa merasakan nilai positif dari perkembangan ilmu dan teknologi sekarang ini.
Ditulis dalam Tak Berkategori | Dengan kaitkata: berbasis ICT, ICT, Pembelajaran, pembelajaran berbasis ICT | 1 Komentar »
Posted by seandanan pada 9 Juli 2011
Menurut cerita turun-temurun, nenek moyang orang Lampung Pesisir/Peminggir berasal dari Lemasa Kepampang Tanoh Unggak atau lebih dikenal dengan Kerajaan Sekala Bekhak yang terletak di lereng Gunung Pesagi.
Setelah kerajaan itu runtuh, mereka menyebar mencari tempat kehidupan yang layak bagi kelangsungan hidup keturunannya. Tempat yang mereka pilih adalah Muara sungai (Muakha) yang ada di tepi laut. Disana mereka mendirikan pemukiman baru dan membentuk sistem pemerintahan adat yang dikenal dengan Bandar (Bandakh).
Dalam sistem pemerintahan adat tersebut (Sebatin kebandakhan), dibagi dalam beberapa kelompok yaitu Suku Dilom (Gedung), Suku Kiri, Suku Kanan dan Suku Tanjakh (Tanjakh = Menyebar). Kepala adat sebatin kebandakhan bergelar Batin/Dalom/Pangeran/Sultan, tergantung lama berdirinya kesebatinan dan jumlah anak buah (jumlah sebatin bawahan).
Sebatin tersebut membawahi 4 suku (Dilom/Gedung, Kiri, Kanan dan Tanjakh) yang diberi gelar Raja (Khaja). Sedangkan seorang Raja didampingi oleh beberapa Raden (Khadin), Minak, Kimas dan Mas. Sedangkan untuk berdirinya kesebatinan baru (bawahan sebatin bandakh) yaitu berasal dari Suku Tanjakh. Suku Tanjakh merupakan suku yang jenjang permukimannya sudah menyebar kepedalaman (membuka lahan permukiman baru yang jauh dari pantai). Sehingga jika kita perhatinkan susunan jenjang permukiman masyarakat Lampung Pesisir akan berbentuk seperti cabang-cabang pohon yang dimulai dari muara sungai.
Kesebatinan yang berdiri didaerah pedalaman (jauh dari muara sungai) sebagian besar lebih muda umur kesebatinannya dari pada kesebatinan bandakh (sebatin bawahan). Mereka yang dipedalaman tidak lagi dikenal dengan Kesebatinan Bandakh, tetapi lebih dikenal dengan Kesebatinan Marga. Tetapi seiring berjalannya waktu pada jaman penjajahan Belanda, nama Kebandakhan sering diganti juga dengan nama Marga.
Sebagai contoh Kesebatinan Bandakh yaitu di daerah Cukuh Balak dan sekitarnya, dikenal dengan “Bandakh Lima” (terdapat 5 kesebatinan Badakh) yang terdiri dari Bandakh Limau, Bandakh Badak, Bandakh Putihdoh, Bandakh Pertiwi dan Bandakh Kelumbayan. Sebagian dari keturunannya menyebar ke daerah pedalaman seperti ke Talang Padang yang dikenal dengan nama “Marga Gunung Alip”; Bulok, Pardasuka, Kedondong, Way Lima dan Sebagian Gedong Tataan yang dikenal dengan nama “Kesatuan Adat Marga Way Lima”; dan Marga-marga lain di Punduh-Pidada dan Padang Cermin. Sehingga sampai saat ini didaerah marga tersebut dikenal nama Selimau, Sebadak, Seputih, Sepertiwi dan Sekelumbayan untuk mengingatkan asal usul mereka dari Cukuh Balak. Sumber: iwatbatin.blogspot.com
Ditulis dalam Tak Berkategori | Dengan kaitkata: adat, kebandakhan lampung pesisir, persaudaraan lampung pesisir, seandanan, Sepandayan seandanan.wordpress.com | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by seandanan pada 9 Juli 2011
Lampung Pesisir Pemanggilan Bandar Lima adalah lampung pesisir yang berasal dari 5 kebandaran di cukuhbalak yang keturunanya menyebar ke wilayah pedalaman yang sekarang meliputi kecamatan cukuh balak, limau, talang padang, kelumbayan, kelumbayan barat dan bulok (Tanggamus); pardasuka (Pringsewu); kedondong, way lima, sebagian gedung tataan, punduh pedada dan padang cermin (Pesawaran).
Nama kebuayan berasal dari kata “buay” yang artinya keturunan. Maksudnya adalah sebuah kelompok yang berasal dari satu keturunan (nenek moyang yang sama). Untuk lampung pesisir, nama buay biasanya identik dengan nama kebiasaan atau peristiwa yang dulu pernah terjadi di zaman nenek moyangnya, selain nama moyang buay tersebut. Seperti “buay semenguk”, karena dari cerita nenek moyangnya yang dulu telah membantu menyelamatkan seekor buaya. “Buay pemuka peliung”, karena dari cerita nenek moyangnya yang memiliki kebiasaan membawa priuk (tempat memasak nasi) sehingga dalam bahasa lampung disebut “peliung/beliuk/khayoh”. “Buay Kemincak”, karena dari cerita nenek moyangnya yang pandai mendatangkan hujan, seperti ibarat katak yang suka dengan air, dan cerita buay lainnya.
Menurut beberapa sumber terdapat 12 kebuayan di wilayah bandar lima (cukuhbalak), waylima dan gunung alif yg berasal dr 5 bandar, yaitu:
1. SEPUTIH, ada 5 buay yg merupakan keturunan buay semenguk dan buay lain yg masih dalam satu kerabat, yaitu: BUAY MUKHADATU/MIKHADATU (di waykanan disebut BARADATU), BUAY TAMBAKUKHA (merupakan saudara tiri paksi pak dari ibu buay tumi/semenguk), BUAY HULU DALUNG (buay ini masih kerabat buay semenguk yang berasal dari sungkai bunga mayang), BUAY HULU LUTUNG (saudara dari buay hulu dalung yang berasal dari komering), BUAY PEMUKA (ada yang menyebutkan berasal dari pubian menyerakat, tetapi ada yang menyebutkan dari waykanan yaitu buay pemuka bangsa raja).
2. SEBADAK, berasal dari BUAY TENGKLEK (keturunan BUAY SINDI /MESINDI/BESINDI dan saudara BUAY BINTANG di krui dan di sungkai).
3. SELIMAU, merupakan keturunan 3 saudara keturunan keratuan pugung yaitu kakhai handak, si agul-agul dan raja bungsu sakti dewa. Dimungkinkan masih kerabat dekat dgn keratuan BALAU di kedamaian. Terdapat 3 buay yaitu: BUAY TUNGAU, BUAY KHANDAU dan BUAY BABOK.
4. SEPERTIWI, terdapat satu buay yaitu BUAY SAKHA. Tidak terdapat keterangan yang pasti, tetapi dimungkinkan masih saudara BUAY AJI.
5. SEKELUMBAYAN, terdapat 2 buay yaitu: BUAY BENAWANG (Masih saudara buay semenguk, di liwa disebut BUAY BETAWANG) dan BUAY GAGILI (Masih keturunan keratuan BALAU di kedamaian, yg pindah ke penyandingan di wilayah kelumbayan, tetapi ada juga yang menyatakan berasal dari keturunan BALAU yang dulu masih di skala bekhak).
Demikianlah nama-nama 12 kebuayan yang ada di Bandakh Lima, tidak menutup kemungkinan masih ada buay-buay yang lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu dikarenakan kekurangan data. Sumber: iwatbatin.blogspot.com
Ditulis dalam Tak Berkategori | Dengan kaitkata: bandar lima, gunung alif, Ikhwanul Muslimin, kelumbayan, limau, pekhtiwi, PENGARUH BUDAYA ISLAM TERHADAP ADAT ISTIADAT DAN TRADISI PADA MASYARAKAT LAMPUNG PESISIR DI MARGA WAY LIMA DAN CUKUH BALAK, sekelumbayan, selimau, sepekhtiwi, sepertiwi, seputih | 5 Komentar »
Posted by seandanan pada 9 Juli 2011
Dalam adat lampung terutama pesisir atau saibatin, pemakaian simbol2 warna di atur pada saat tayuhan (pesta) adat baik saat pengangkatan sebatin, perkawinan atau acara khitanan.
Berikut merupakan peraturan adat yg harus di laksanakan mengenai pemakaian warna, baik di kebung tikhai (kain penutup dinding) atau pun kain di langit2 (kawikh), sarung kasur-bantal, penutup talam, katil dll.
1. WARNA PUTIH, digunakan oleh sebatin. Jika sebatin melakukan acara tayuhan, maka warna kebung tikhai banyak menggunakan warna putih dismping warna kuning dan merah. Hal tsbt karena menunjukan tempat penghejongan/duduk kebumian sebatin2 yg di undang. Sdkn warna kuning utk para raja jukkuan dan merah utk para khadin dan minak, dll. Biasanya jg sebatin yg diundang duduk bersama 2 raja jukkuannya di kebung tikhai putih.
2. WARNA KUNING, digunakan pada acara tayuhan raja jukkuan dr suatu kesebatinan. Warna kuning di letakan di ruang depan tamu2 undangan, sedangkan di ruangan dalam tmpt maju duduk memakai kebung tikhai putih. Yg menandakan hadirnya sebatin dan ratu dalam acara tsb. Disamping itu, digunakan kebungtikhai warna merah.
3. WARNA MERAH, digunakan oleh radin, minak dan lain2 pada acara adat lampung. Selain itu penggunaan kebung tikhai putih tdk digunakan, hanya ada kebung tikhai kuning di ruangan tengah tempat maju (pengantin) duduk. Hal ini menandakan hadirnya raja jukkuan di prosesi tsbt, krn merupakan anak buahnya.
Sumber: iwatbatin.blogspot.com
Ditulis dalam Tak Berkategori | Dengan kaitkata: adat Lampung, aturan paemakaian warna kebung, kebung, tikhai | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by seandanan pada 22 Januari 2010
Kain Tapis
Kain tapis merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, munculnya kain Tapis ini ditempuh melalui tahap-tahap waktu yang mengarah kepada kesempurnaan teknik tenunnya, maupun cara-cara memberikan ragam hias yang sesuai dengan perkembangan kebudayaan masyarakat.
Pengertian Tapis Lampung
Kain Tapis adalah pakaian wanita Suku Lampung yang berbentuk kain sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistim sulam (Lampung; “Cucuk”).
Dengan demikian yang dimaksud dengan Tapis Lampung adalah hasil tenun benang kapas dengan motif, benang perak atau benang emas dan menjadi pakaian khas suku Lampung. Jenis tenun ini biasanya digunakan pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan motif seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak.
Tapis Lampung termasuk kerajian tradisional karena peralatan yang digunakan dalam membuat kain dasar dan motif-motif hiasnya masih sederhana dan dikerjakan oleh pengerajin. Kerajinan ini dibuat oleh wanita, baik ibu rumah tangga maupun gadis-gadis (muli-muli) yang pada mulanya untuk mengisi waktu senggang dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap sakral. Kain Tapis saat ini diproduksi oleh pengrajin dengan ragam hias yang bermacam-macam sebagai barang komoditi yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Sejarah Kain Tapis Lampung
Kain Tapis merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampungkebudayaan masyarakat. dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta Alam Semesta. Karena itu munculnya kain Tapis ini ditempuh melalui tahap-tahap waktu yang mengarah kepada kesempurnaan teknik tenunnya, maupun cara-cara memberikan ragam hias yang sesuai dengan perkembangan
Menurut Van der Hoop disebutkan bahwa orang lampung telah menenun kain BrokatNampan (Tampan) dan kain Pelepai sejak abad II masehi. Motif kain ini ialah kait dan konci (Key and Rhomboid shape), pohon hayat dan bangunan yang berisikan roh manusia yang telah meninggal. Juga terdapat motif binatang, matahari, bulan serta bunga melati. Dikenal juga tenun kain tapis yang bertingkat, disulam dengan benang sutera putih yang disebut Kain Tapis Inuh. yang disebut
Hiasan-hiasan yang terdapat pada kain tenun Lampung juga memiliki unsur-unsur yang sama dengan ragam hias di daerah lain. Hal ini terlihat dari unsur-unsur pengaruh taradisi Neolithikum yang memang banyak ditemukan di Indonesia.
Masuknya agama Islam di Lampung, ternyata juga memperkaya perkembangan kerajinan tapis ini. Walaupun unsur baru tersebut telah berpengaruh, unsur lama tetap dipertahankan.
Adanya komunikasi dan lalu lintas antar kepulauan Indonesia sangat memungkinkan penduduknya mengembangkan suatu jaringan maritim. Dunia kemaritiman atau disebut dengan zaman bahari sudah mulai berkembang sejak zaman kerajaan Hindu Indonesia dan mencapai kejayaan pada masa pertumbuhan dan perkembangan kerajaan-kerajaan islam antara tahun 1500 – 1700 .
Bermula dari latar belakang sejarah ini, imajinasi dan kreasi seniman pencipta jelas mempengaruhi hasil ciptaan yang mengambil ide-ide pada kehidupan sehari-hari yang berlangsung disekitar lingkungan seniman dimana ia tinggal. Penggunaan transportasi pelayaran saat itu dan alam lingkungan laut telah memberi ide penggunaan motif hias pada kain kapal. Ragam motif kapal pada kain kapal menunjukkan adanya keragaman bentuk dan konstruksi kapal yang digunakan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam 1 | Dengan kaitkata: bahan peralatan tenun tapis lampung, Jenis-Jenis Kain Tapis, Pengertian Tapis Lampung, seandanan.wordpress.com, Sejarah Tapis Lampung, tapis agheng/areng, tapis balak, tapis bidak cukkil, tapis bintang, tapis bintang perak, tapis cucu andak, tapis cucuk pinggir, tapis dewosano, Tapis Jung sarat, tapis kaca, Tapis Lampung, tapis laut andak, Tapis laut linau, Tapis raja medal, tapis silung, tapis tuho | 6 Komentar »
Posted by seandanan pada 20 Januari 2010
MUI: 10 (Sepuluh) Kriteria Aliran Sesat
Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan 10 kriteria aliran sesat. Apabila ada satu ajaran yang terindikasi punya salah satu dari kesepuluh kriterai itu, bisa dijadikan dasar untuk masuk ke dalam kelompok aliran sesat
1. Mengingkari rukun iman (Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab Suci, Rasul, Hari Akhir, Qadla dan Qadar) dan rukun Islam (Mengucapkan 2 kalimat syahadah, sholat 5 waktu, puasa, zakat, dan Haji)
2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah),
3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran
4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran
5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir
6. Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam
7. Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul
8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir
9. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah
10. Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i

Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam 1 | Dengan kaitkata: Ahmad Sayuti Sang Nabi Baru asal Bandung, AHMADIYAH, Al-Wahidiyah, Aliran Sesat, Alran Sesat Versi MUI, Download File Presentasi “Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya” Gratis, Islam-Sejati, Kriteria Aliran Sesat, LDII, Lia Eden Alias Lia Edan, Menembus Gelap, Mudah2 an Jemaah Ini Berubah dan Kembali Ke Jalan Yang Benar.. Kita Doakan ya..., Natalan/Doa Bersama, NII KW IX - Al Zaytun, Sholat 2 Bahasa, Tetapi | 2 Komentar »
Posted by seandanan pada 20 Januari 2010
Mengenal Lebih Jauh Ikhwanul Muslimin

Minak Muakhi, Kali ini saya memosting tentang suatu Organisasi/Jemaah Pergerakan Keislaman yang sangat fenomenal, dan paling ditakuti serta disegani oleh pihak AS dan sekutu-sekutunya. Dan yang pasti, paling keritis dan tanggap dengan apa yang terjadi di dunia Islam. Gak hanya di Indonesia Lo… Tapi Mendunia…
I. Siapakah Al-Ikhwan Al-Muslimun?
Al-Ikhwanul muslimun (ikhwanul muslimin) adalah salah satu jamaah dari umat Islam, mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Allah, hidup di bawah naungan Islam, seperti yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw, dan diserukan oleh para salafush-shalih, bekerja dengannya dan untuknya, keyakinan yang bersih menghujam dalam sanubari, pemahaman yang benar yang merasuk dalam akal dan fikrah, syariah yang mengatur al-jawarih (anggota tubuh), perilaku dan politik. Mereka berdakwah kepada Allah. Komitmen dengan firman Allah Taala,
“Serulah mereka ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik” (An-Nahl:125)
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam 1 | Dengan kaitkata: "Maka berperanglah di jalan Allah orang-orang yang menjual hidup mereka dengan akhirat.” (An-Nisa:74), Al-Ikhwan Al-Muslimun, “Dan persiapkanlah semampu kalian dari kekuatan, ” (Al-Anfal:60), Da'wah, Ikhwanul Muslimin, Islam, LDK, Lembaga Dakwah Kampus, Manhaj Al-Ikhwan Al-Muslimun, Mengenal Lebih Jauh Ikhwanul Muslimin, Misi dan Tujuan Al-Ikhwan Al-Muslimun, Muslimin, Prinsip-Prinsip Al-Ikhwanul Muslimun, Sarana Al-Ikhwan Al-Muslimun, Siapakah Al-Ikhwan Al-Muslimun?, Ujian Nasional | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by seandanan pada 19 Januari 2010
Oleh
Fauzi Fattah
Sebutan hubungan kekeluargaan bagi masyarakat Lampung Sekala Brak banyak sekali, dan masih terpakai sampai sekarang. Bahkan kalau baru pertama kali bertemu atau berkenalan antara seorang dengan orang lain, maka yang paling dahulu di telusuri dan diperbincangkan mereka adalah hubungan kekeluargaan, karena sebutan kekeluargaan atau hubungan kekeluargaan ini akan menentukan atau menjadi sandaran apa “tutukh” seseorang terhadap orang lain. Sebutan hubungan kekeluargaan tersebut antara lain sebagai berikut :
JUKHAI
Sebutan hubungan kekeluargaan terhadap orang atau kelompok yang masih satu keturunan besar. (contoh : A : keturunan Umpu Belunguh yang bertempat tinggal di pekon X, B : keturunan Umpu Belunguh juga yang bertempat tinggal di pekon Y. Maka hubungan antara kekeluargaan A dan B disebut sang “jukhai” karena mereka sama-sama keturunan Umpu Belunguh).
KEBOT
Sebutan hubungan kekeluargaan terhadap orang atau kelompok yang masih satu ikatan kekeluargaan dalam adat dan dalam kelompok kecil. (contoh : A anak buahnya Raja Hukum, B anak buahnya Raja Hukum juga. Maka hubungan kekeluargaan antar A dengan B disebut sang “kebot” karena mereka sama-sama anak buah Raja Hukum) Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam 1, Adat | Dengan kaitkata: Asal Usul Lampuung, Download lagu, dudungan, empuan, inggoman, jamma, Jukhai, kebayan, Kebot, kehajjong, kelama, kelepah, kenubi, khik kekhippak, lah, lakau, lebu, maju, makhu, mattu, mekhawwai, mengian, mentuha, minak muakhi, mindai, nabbai, pangan, petulangan, pik tinggal, puakhi, sabai, sada, SEBUTAN HUBUNGAN KEKELUARGAAN LAMPUNG SEKALA BRAK, Sekala Brak, sekelik isau, sikha, tiyuh, tunang | 2 Komentar »
Posted by seandanan pada 17 Januari 2010
Etnis Lampung yang biasa disebut Ulun Lampung [Orang Lampung] secara tradisional geografis adalah suku yang menempati seluruh provinsi Lampung dan sebagian provinsi sumatera selatan bagian selatan dan tengah yang menempati daerah Martapura, Muaradua di Komering Ulu, Kayu Agung, Tanjung Raja di Komering Ilir, Merpas diselatan Bengkulu serta Cikoneng di pantai barat Banten.
Ditulis dalam Adat | Dengan kaitkata: Etnis Lampung, seandanan, Suku Lampung, Tapis Lampung, Ulun Lampung | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by seandanan pada 15 Januari 2010
Online profile of Way Kambas National Park -wildlife park/sanctuary/reserve located at Central Lampung and East Lampung Regencies, Lampung Province, Indonesia.
Plan your adventure holiday or vacation with the information and reviews by users and experts. Find out about when to go, how to get there, what to do, best season to visit, its wildilfe, habitat and much more…
Wildlife and adventure opportunities:
Wild Life:Sumatran Elephant, White-handed Gibbon, Long-tailed Macaque, Pig-tailed Macaque, Silvered Leaf Monkey, Malayan Tapir, Lesser Mousedeer, Large Mousedeer, Barking Deer, Malayan Sunbear, Wild Boar, Wild Dog, Sumatran Tiger, Sumatran Rhinoceros, Clouded Leopard, Pangolin, Temminck’s Golden Cat, Leopard Cat, Agile Gibbon, Common Otter, False Ghavial, Estuarine Crocodile, White-winged Wood-duck, Masked Finfoot, Milky Stork, Lesser Adjutant, Asian Dowitcher, Storm’s Stork, White-bellied Sea-eagle, Brahminy Kite, Grey-headed Fish-eagle, Lesser Fish-eagle and Osprey Adventure:Kayaking/Canoeing, Bird Watching, Camping and Wildlife Safari
Where is Way Kambas National Park:
Region:Lies on Sumatra’s southeast coast. Location:Central Lampung and East Lampung Regencies, Lampung Province, Indonesia Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam 1 | Dengan kaitkata: Badak, Elephant, Gajah, Indonesia Naitional Park, Lesser, National Park, Rhino, seandanan, Tapir, Tapis Lampung, Way Kambas, Way kambas National Park, wisata lampung | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by seandanan pada 12 Januari 2010
Krui adalah ibukota kecamatan Pesisir Tengah di dalam Kabupaten Lampung Barat, Lampung. Krui berada di daerah pesisir Samudera Hindia.
Sebagai daerah pesisir, Krui memiliki potensi pariwisata terutama wisata pantai. Tempat-tempat yang sering dijadikan tempat wisata dan sering dikunjungi adalah Pantai Labuhan Jukung dan Pantai Walur. Potensi sumber daya alam yang dihasilkan adalah dari hasil bumi yang sudah dikenal dunia internasional seperti damar, lada dan cengkeh.
Sejarah
Sumber pendapatan masyarakat kebanyakan dari berdagang, nelayan dan bertani. Mayoritas penduduk krui terutama pasar krui adalah pendatang dari daerah lain kecuali warga desa Ulu Krui dan warga desa Way Napal (asal keturunan suku Lampung), sebenarnya ada beberapa daerah yang merupakan masyarakat asli lampung Pedada, Bandar, La’ay dan Way Sindi yang menurut kisah adalah keturunan dari Suku Tumi (Suku asli Lampung) yang lari saat Kerajaan Sekala Brak dikalahkan oleh 4 putra Raja Pagaruyung yang selanjutnya menjadi cikal bakal penyebaran dan keturunan suku Lampung. Kemudian suku Tumi yang lari tersebut dapat ditaklukkan oleh Lemia Ralang Pantang yang datang dari daerah Danau Ranau dengan bantuan lima orang punggawa dari Paksi Pak Sekala Brak.Dari kelima orang punggawa inilah nama daerah ini disebut dengan Punggawa Lima karena kelima punggawa ini hidup menetap pada daerah yang telah ditaklukkannya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam 1, Lampung Barat | Dengan kaitkata: damar, Krui, Krui Lampung Barat, Lampung Pesisir, seandanan, Sejarah Kota Krui Lampung Barat, Tapis Lampung, Wacana Pemekaran | 3 Komentar »
Posted by seandanan pada 12 Januari 2010
Assalamualaikum. Tabik Pun Minak Muakhi seunyinni, ajo sikam ampai mulang jak sabah haga ngenal ko dikhi, mahap pun:…. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam 1, Penulis/Pengelola | Dengan kaitkata: Abdul Muin, Akmal Hakim, Amiril Yusuf, Blog seandanan, Blok Kemuakhian Lampung Pesisir, Desa Way Rilau Cukuh Balak, Fatma, Kemuakhian Lampung Pesisir, Nurliana, Pendiri Group Persaudaraan lampung Pesisir, Pendiri Grup Persaudaraan lampung Pesisir, Pengelola Kemuakhian Lampung pesisir, Pengelola Seandanan, Profil Amiril Yusuf, Rohana, Rojmah, Rosyati, seandanan, Tapis Lampung | 5 Komentar »